Berita Kesehatan | Obat Herbal

Informasi Terupdate Tentang Kesehatan

Malas Bergerak Juga Beresiko Mengganggu Kesehatan

Duta-Sehat-Kesehatan-Males-Bergerak-Juga-Beresiko-Mengganggu-Kesehatan

Kesehatan, Dutasehat.asia – Teknologi yang semakin berkembang membuat orang lebih mudah melakukan segala hal. Contohnya saja jika ingin belanja, kita tidak perlu lagi pergi ke pasar atau mall. Hal tersebut bisa dilakukan dengan transaksi online dimana masyarakat bisa mendapatkan barang yang dia inginkan.

Nah permasalahannya, budaya dari malas gerak itu sendiri, menjadi perhatian World Health Organization atau WHO yang merupakan badan kesehatan dunia. Dalam penelitiannya belum lama ini, ada sekitar seperempat masyarakat di dunia jarang melakukan olahraga.

Hasil penelitian tersebut tentunya jauh berbeda jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh WHO pada tahun 2001. Pada saat itu, WHO sendiri menargetkan bahwa di tahun 2025, akan terjadi penurunan sampai dengan 10% dari masyarakat yang kurang bergerak.

“Malas bergerak tidak seperti masalah kesehatan yang besar lain. Level dari kebiasaan bergerak sendiri tidak jatuh secara menyeluruh. Tercatat seperempat orang dewasa tidak melakukan gerak yang direkomendasikan untuk kebaikan kesehatan. Regionalnya menjadi perhatian besar untuk kesehatan publik yakni meningkatnya level bergerak,” kata Dr Regina Guthold yang merupakan peneliti dari WHO.

Gaya hidup malas gerak atau ‘mager’ itu sendiri sangat berpengaruh untuk kesehatan. Akan ada banyak masalah yang dihadapi jika masyarakat itu malas untuk bergerak. Misalnya berjalan kaki ataupun berolahraga.

Penyaki yang menyerang untuk yang malas gerak sendiri tidak main-main dan bukan sembarang penyakit. Penyakit yang dapat menyerang untuk yang malas bergerak seperti beberapa jenis kanker, masalah kardiovaskular sampai dengan diabetes tipe dua.

Faktor yang disebabkan oleh fenomeno ini sendiir sudah sangat berkembang. Untuk orang tua yang telah menjaga anaknya yang masih kecil akan menjadi lelah setelah beraktivitas seharian. Itu menjadi salah satu penyebab dari orang untuk malas bergerak.

Temuan WHO

Dari temuan WHO sendiri, tidak ada hanya terjadi pada negara yang berkembang atau miskin saja. Akan tetapi negara yang memiliki penghasilan tinggi seperti Inggris dan juga Amerika Serikat juga mengalami hal tersebut.

Peneliti dari WHO melihat ada 358 populasi dari data internal di 168 negara dengan total 1,9 juta jiwa. Seperti yang dilansir Lancet Public Health terdapat peningkatan sebesar 32% penduduk yang malas bergerak di negara kaya pada tahun 2001. Dimana sekarang menjadi 37% di tahun 2016.

Sedangkan untuk negara yang memiliki pendapatan rendah, angkanya masih tetap stabil dengan 16%.

Orang yang termasuk dalam kategori malas gerak, biasanya hanya 75 menit gerak cepat atau 150 menit gerak santai dalam satu minggu. Sedangkan, untuk perempuan yang ada di semua tempat kecauali Asia Tenggara dan Asia Timur, kurang aktif dalam bergerak jika dibandingkan dengan laki-laki.

Perbedaannya sendiri sangat kentara pada kawasan Asia Tengah, Asia Selatan, Afrika Utara, Timur Tengah, serta negara kaya yang ada di Barat. – Tim Bandar Ceme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Kesehatan | Obat Herbal © 2018 Frontier Theme