Berita Kesehatan | Obat Herbal

Informasi Terupdate Tentang Kesehatan

Selain Dekompresi, Beberapa Resiko Kesehatan Yang Dapat Dialami Penyelam

Duta-Sehat-Kesehatan-Selain-Dekompresi-Beberapa-Resiko-Kesehatan-Yang-Dapat-Dialami-Penyelam

Kesehatan, Dutasehat.asia Syachrul Anto, salah satu penyelam, meninggal dunia ketika sedang mencari bangkai pesawat Lion Air JT610. Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu lalu pesawat Lion Air JT610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh setelah 13 menit mengudara.

Syachrul sendiri ketika ditemukan mengapung di permukaan laut, dia sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Diduga dia mengalami dekompresi saat tengah menyelam yang kemudian merenggut nyawanya.

Meski penyelaman atau scuba diving terbilang aktivitas yang cukup aman, akan tetapi ada resiko kesehatan yang bisa saja terjadi. Hal tersebut tentunya anda harus tetap waspada ketika melakukan kegiatan penyelaman.

“Salah satu elemen yang paling berbahaya ketka menyelam yaitu perubahan tekanan ambien. Ketika anda meningkatkan tekanan pada sekitar tubuh anda, gas dalam tubuh juga akan mengalami perubahan. Ini dapat berdampak pada organ-organ yang mengandung udara,” kata Robert Quigley, MD, DPhil dari Americas for International SOS.

Perubahahn tekanan juga dapat mengubah kuantitas gas yang melebur dalam jaringan tubuh serta aliran darah. Hal ini dapat berujung kepada resiko kesehatan yang serius atau barotrauma. Barotrauma sendiri merupakan rasa sakit atau nyeri yang disebabkan oleh perubahan tekanan.

Karena itu, jika kamu berencana untuk menyelam, patut untuk diwaspadai potensi dari resiko kesehatan barotrauma seperti berikut ini yang sudah kami rangkum.

Baca juga lainnya : Masihkah Tiongkok Mengandalkan Pengobatan Herbal Saat Teknologi Medis Sudah Canggih?

  • Vertigo

Seorang penyelam dapat beresiko mengalami vertigo ketika kondisinya tidak terlalu bagus. Vertigo sendiri merupakan gejala serius dari barotrauma. Sensasi berputar-putar sangat berbahaya jika dialami di bawah laut karena dapat menyebabkan disoritentasi.

Cara yang terbaik agar terhindar dari situasi berbahaya di dalam air yaitu dengan tidak menyelam saat demam atau punya alergi. Jika hal tersebut terjadi, disarankan untuk beristirahat atau bed rest. Terkadang juga membutuhkan pengobatan.

  • Tinnitus

Tiba-tiba telinga anda berdenging? Itu merupakan tanda tinnitus. Jika saat anda menyelam dengan keadaan bermasalah pada area kepala atau juga telinga, dapat beresiko tinggi.

“Vertigo dan juga tinnitus yang disebabkan oleh penyelaman scuba, kemungkinan dipicu karena cedera dalam telinga. Hal tersebut biasanya disebabkan karena masalah ketika membersihkan saluran Eustachia atau saluran telinga.” kata Dr Jed A Kwartler, yang merupakan dokter otologi dan neurologi Summit Medical Group New Jersey.

Apabila tidak dapat menghilangkan tekanan, maka sejumlah besar dari tekanan akan berpindah ke telinga bagian dalam. Kondisi tersebut dapat beresiko merusa membran yang rapuh. Dr Kwartler menyarankan untuk tidak menyelam ketika sedang dalam demam atau batuk-batuk.

  • Embolisme dan kerusakan paru

Scuba diving juga bisa menyebabkan barotrauma yang dapat merusak kesehatan paru-paru. Yaitu arterial gas embolisme atau AGE atau embolisme gas arteri ketika hendak menuju permukaan setelah menyelam. AGE sendiri merupakan salah satu bentuk dari kondisi dekompresi.

Gas yang ada dalam paru-paru, akan mengembang terlalu cepat kemudian merobek jaringannya. Gelembung-gelembung air besar bisa bocor ke dalam aliran darah. Dimana hal itu bisa menyumbat sirkulasi darah ke tempat-tempat penting. Misalnya otak, jantung serta kaki tangan.

Gejala yang ditimbulkan biasanya terjadi nyeri yang teramat sangat. Dr Quigley mengatakan bahwa kondisi ini cukup serius serta membutuhkan penanganan medis darurat.

  • Hipotermia

Hipotermia bisa terjadi jika anda menyelam di air yang dingin. Dr Quigley menilai bahwa cara terbaik untuk menghindari hipotermia yaitu memakai alat yang baik dan juga benar. Serta ketika menyelam lebih baik dipandu oleh profesional yang terlatih.

“Pakailah baju selam yang berkualitas dan juga tebal. Apalagi jika menyelam di air yang dingin. Gunakanlah penutup kepala yang sesuai karena hal tersebut sangat penting. Guna penutup kepala yaitu untuk melindungi kepala yang merupakan area yang berpotensi mengalami kehilangan panas secara signifikan,” saran dia.

  • Tidak boleh langsung naik pesawat

Ketika selesai menyelam, sebisa mungkin untuk tidak langsung melakukan penerbangan. Perubahan ekstrem tekanan yang terjadi di dalam tubuh sangat beresiko bagi kesehatan anda.

Dr Quigley menyarankan untuk waspada dan setidaknya menunggu kurang lebih 12 jam dalam sekali menyelam dan 18 jam setelah penyelaman terakhir jika menyelam berkali-kali. – Tim Bandar Ceme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Kesehatan | Obat Herbal © 2018 Frontier Theme