Berita Kesehatan | Obat Herbal

Informasi Terupdate Tentang Kesehatan

Masihkah Tiongkok Mengandalkan Pengobatan Herbal Saat Teknologi Medis Sudah Canggih?

Duta-Sehat-Obat-Herbal-Masihkah-Tiongkok-Mengandalkan-Pengobatan-Herbal-Saat-Teknologi-Medis-Sudah-Canggih?

Obat Herbal, Dutasehat.asia Dewasa ini, teknologi medis sudah semakin canggih. Namun pengobatan herbal masih cukup lekat dengan kehidupan masyarakat. Terutama untuk masyarakat di Tiongkok. Tidak hanya masyarakat Tiongkok saja, beberapa negara termasuk juga Indonesia masih mempercayai pengobatan herbal atau obat herbal.

Tiongkok sendiri cukup berprestasi dalam beberapa rumah sakitnya yang sukses dengan standard internasional. Mereka juga memiliki teknologi yang cukup mutakhir, akan tetapi apakah herbal atau obat herbal masih dapat diandalkan untuk pengobatan?

“Pada dasarnya, herbal sendiri berasal dari Tiongkok. Kebanyakan orang chinese pasti percaya dengan yang namanya herbal atau obat herbal.” Jawab dr Luo Rongcheng yang merupakan Kepala dari Fuda Cancer Hospital Guangzhou.

Dalam perihal kanker, masih banyak terdengar kabar dengan menggunakan pengobatan alternatif. Dalam hal ini menggunakan obat herbal. Tidak jarang pula juga, adanya iklan-iklan dari produk herbal yang kadang menggiurkan. Ada pula iklan yang mengklaim dapat menyembuhkan kanker secara total, yang biayanya tidak menguras kantong.

Baca juga lainnya : Mengonsumsi Soda Berlebihan Tidak Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Pengalaman menggunakan pengobatan herbal

Meski bukan di Tiongkok, namun ada sebuah kisah yang dituturkan oleh salah satu pasien kanker payudara yang berasal dari Indonesia. Dia adalah Affra Siowardjaja, 62 tahun yang memiliki pengalaman dalam menggunakan pengobatan herbal.

Namun hal tersebut membuatnya lalai dalam menjalani pengobatan medis yang membuatnya menjadi stadium 4.

“Dulu saya memakai herbal sebelum kemudian saya ke Fuda. Kurang lebih setahun. Kulit yang tadinya seperti ada lesung pipitnya tiba-tiba menjadi seperti kulit jeruk, keriput. Lalu menghitam dan mengelupas, kemudian keluar darah serta cairan,” kata Affra.

Meskipun masih banyak pengobatan herbal yang menyesatkan, akan tetapi dr Luo menilai ahwa tidak serta merta herbal itu dihindari. Penggunaan obat herbal juga masih dapat dilakukan. Contohnya ketika pasien lemah fisiknya, obat herbal bisa dikonsumsi sebagai obat pendamping.

“Herbal sendiri sebenarnya fungsinya hanya menunjang atau menopang kondisi fisik dari pasien. Akan tetapi, saya menyarankan herbal tidak menjadi fokus utama dalam pengobatan kanker. Karena tidak bisa seperti itu,” lanjutnya. – Tim Bandar Ceme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Kesehatan | Obat Herbal © 2018 Frontier Theme